Jumat, 22 April 2011

Sebab-Sebab Tragedi Degradesi Moral Part 2








Apa yang telah dikemukan diatas adalah sejarah dan gambaran pada masa lalu yang berimbas pada masa sekarang ini. Kondisi sekarang ini pun tidak  lebih parah pada masa lalu. Namun begitulah sebuah kehidupan yang memiliki siklus perputaran. Bagaikan sebuah roda,  dimana pada satu sisinya berada diatas dan sisi lainnya berada dibawah. Akan tetapi bukan berarti kita tidak mampu untuk mempertahankan sisi (atas) tersebut untuk jangka waktu lama. Kejayaan suatu bangsa akan terkendali bila manusianya mempertahankan nilai-nilai religiusitas. Rasullallah dan para sahabatnya mendapatkan kejayaan peradaban hanya membutuhkan waktu sekitar 80 tahun saja. Sedangkan bangsa Romawi mencapai puncak kejayaan peradabannya membutuhkan waktu hampir 1000 tahun. Dan bertahannya kejayaan tersebut tidak lebih dari kurun waktu 1000 tahun pula.
Indonesia yang dihadapan kita sekarang ini, yang sedang mengalami berbagai macam penyakit. Yang mendapatkan serangan-serangan baik dari dalam maupun dari luar, tidak akan mampu diselesaikan dengan sekelumit orang atau hanya dengan satu aspek saja, misal ekonomi. Anda pun telah mengetahui bahwa semua kemerosotan ini mempunyai akar yang tertanam jauh dalam masyarakat kita, baik dari sejarah, tradisi,sistem budaya,politik,ekonomi, pendidikan, bahkan keagamaan kita dan bahwasannya rangkaian kemerosotan itu saling terkait satu sama lain.
Kami – disini – tidak mengatakan bahwa tidak adanya upaya baik pemerintah maupun masyarakat luas untuk menanggulangi kemerosotan moral dan berbagai macam lainnya. Kegiatan-kegiatan yang bersifat pendidikan dari kalangan muda sampai kalangan tua,pengajian-pengajian agama, mencegah masyarakat dari kemungkaran, mendorong melakukan sholat, perombakan sistem pendidikan yang ada, memang sejenak dapat berjalan dengan baik,namun segera padam kembali atau langkah yang di perjuangkan masih bersifat kelompok-kelompok kecil, yang melakukan hanya orang-orang itu saja. Namun disisi lain gempuran dari luar begitu hebatnya. Dan kalau pun anda kemudian berusaha mengatasi seluruh kemerosotan itu melalui perbaikan dan penataan kembali akhlak masyarakat,keluarga, lingkungan, sistem pendidikan, sistem ekonomi ,sistem politik, maka rasa-rasanya upaya itu selalu tidak mempan. Hal itu dikarenakan semuanya muncul dari dasar yang kini terdapat dalam sistem kehidupan kita bersama dengan disusul oleh sumber yang sama pula. Akhirnya berbagai kejahatan lain muncul dan tumbuh subur sehingga tidak bisa tidak, yang mesti kita lakukan adalah perombakan total dari akar sampai ujung daunnya, dengan tujuan menyeimbangkan dan merekontruksinya kembali
Pertama, Pendidikan atau Tarbiyah. Pendidikan pun terbagi ke beberapa cabang, Pendidikan dari lingkungan Keluarga, Pendidikan Keagamaan, Pendidikan akademik / bersifat keilmuan dan alam pikiran yang tidak terlepas dari sendi-sendi dan nilai-nilai ke Tuhan-an.
Hagia Sofia Belulrol Kesenian Muslim Spanyo
Pendidikan keluarga. Keluarga adalah lingkungan terdekat dan berpotensi paling besar bagi kelangsungan hidup seorang anak. Dimana anak akan beradaptasi, meniru, merasakan, berfikir, bersikap, belajar, mengembangkan potensi dan menjadi pribadi-pribadi yang baik. Keluarga tidak hanya menghidupinya secara jasmani saja. Namun keluarga harus menghidupinya secara, kejiwaannya, kepribadiannya, rohaninya. Orang tua harus menjadi pendidik yang baik dan berakhlak. Situasi dan iklim religius harus di utamakan. Mengajarinya ilmu-ilmu dan memberikan pemahaman mana yang baik dan mana yang buruk. Orang tua harus siap menjadi pendidik yang baik dan menguasai segala permasalahan, baik keagamaan, ilmu pengetahuan. Anak tidak membutuhkan harta, namun lebih membutuhkan kasih sayang, perhatian,bimbingan dan perlindungan dari orang tuanya.
Suatu hari, hakim Syuraih yang terkenal keadilannya didatangi oleh anaknya. Ia berkata, “Ayah,aku punya masalah dengan seseorang. Tolong Ayah dengar dulu permasalahannya. Jika menurut Ayah aku yang benar, aku bermaksud membawanya ke pengadilan. Tetapi jika sebaliknya, aku akan menyelesaikannya secara damai. 
Setelah mendengar permasalahan dari anaknya, hakim Syuraih tahu bahwa putranya ada dipihak yang salah. Namun ia tidak memberi tahukannya secara terus terang, bahkan sebaliknya, ia mendorong putranya untuk maju ke pengadilan. “perkarakanlah ia ke pengadilan,” begitu kata Syuraih.
Akhirnya, setelah sidang di gelar, anaknya tidak menyangka ternyata ayahnya menyatakan putranya kalah atau bersalah dalam perkara tersebut. Anak itu pun kecewa dan marah. Ia merasa ditipu oleh ayahnya sendiri. 
Setelah keduanya sama-sama tiba dirumah, sang putera melampiaskan kekecewaa nya. Syuraih pun menjelaskan, “Dengarlah wahai anakku. Di dunia ini kamu adalah orang yang paling aku cintai. Tetapi Allah jauh lebih aku cintai. Seandainya aku berterusterang bahwa kamu dipihak yang salah sebelum kamu ke pengadilan, aku khawatir kamu akan berdamai dengan cara menyuap orang yang sedang punya masalah denganmu. Bila itu kamu lakukan, itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, wahai anakku.”
Lihatlah Syuraih mendidik anaknya. Dia tidak serta merta menyalahkan anaknya dengan begitu saja. Akan tetapi pendidikan dan pemahaman kepada anaknya tersebut akan membuahkan hasil di kemudian hari. Memang pahit bagi anak, setidaknya untuk waktu itu. Namun dia akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang cakap dan bijaksana.
Pendidikan yang Syuraih berikan kepada anaknya bagian dari pendidikan keagamaan. Maka inilah yang ke dua, Pendidikan Agama. Islam tidak hanya menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ritual-ritual saja. Melainkan keseluruhannya. Untuk mengatur jalannya kehidupan umat manusia. Dari hal hubungan individu dengan Allah sampai hubungan individu dengan masyarakat,negara,antar negara yang tertuju ke Tuhan Alam Semesta yakni Allah. Ini semua disebut dengan ibadah. Manusia hidup untuk ibadah bukan lainnya. Setiap gerak dan sendi-sendi kehidupan manusia adalah merupakan ibadah. Maka ibadah misi dan tugas yang wajib di jalankan dan dihayati dengan ilmu dan amal.
Ibadah yang dilakukan hendaknya merupakan wujud dari penghinaan diri, cinta dan ketundukan manusia pada Rabb Nya. Ibadah memiliki berbagai tingkatan yang menentukan hasil ibadah itu sendiri di sisi Allah. Ibadah tanpa diikuti dengan kecintaan dan ketundukan akan menjadikan ibadah itu sia-sia dan kurang bermakna bagi kehidupan individu itu sendiri. 
Namun ibadah sendiri harus dilakukan dengan memiliki ilmu. Dengan ilmu ini ibadah itu akan terarah dan teratur. Maka untuk merubah masyarakat ini, kita perlu dan harus memberikan terlebih dahulu pondasi-pondasi yang kokoh, yakni Tauhid atau Aqidah yang benar dan lurus dengan tidak dicampuri dengan bumbu-bumbu lainnya yang menjadikan Aqidah tersebut rusak atau kotor.
Dengan begitu akan melahirkan keimanan yang kokoh dan pemahaman yang benar dan lurus. Karena Islam membutuhkan manusia-manusia yang taat, bukan manusia-manusia yang kuat secara fisik.
Karenanya agama ini harus di lalui dengan sikap taat dan menjalankan hukum. Taat, apapun yang dianjurkan akan dilaksanakan, apapun konsekuensinya. Kedua mengerti akan hukum bahwa taat pada suatu hukum akan melahirkan pemahaman yang benar dan kedisiplinan.
Dengan adanya pondasi-pondasi yang kokoh dan benteng-benteng yang kokoh pula akan melahirkan kekuatan yang sempurna dan akan melahirkan masyarakat yang ber-kebudayaan dan ber-peradaban. Karena hukum akan melahirkan budaya. Semisal kecil, ketika kita dianjurkan makan menggunakan tangan kanan, maka janganlah ada kata-kata, mengapa? Kenapa? Untuk apa? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan menyesatkan diri kita sendiri dan mengikis keimanan. Karenanya ketika anjuran itu diberikan maka kewajiban kita adalah taat pada perintah tersebut, taat pada hukum tersebut, taat pada prosedur. Akan hal manfaat atau hikmah dibalik perintah tersebut akan muncul dan lahir ketika kita melaksanakan dengan kesungguhan dan tanpa bantahan sedikit pun.
Pada masa khalifah Abu bakar, Umar bin khattab diangkat sebagai hakim. Tahun demi tahun terus berlalu, ternyata tidak ada satu pun pengaduan dari masyarakat ke mahkamah agung. Sampai-sampai umar berkata kepada khalifah Abu Bakar, “Sudahlah,lepas saja jabatanku ini, orang-orang sudah mengerti akan hak dan kewajiban mereka, sehingga tidak ada yang mengadukan saudaranya.
Lihatlah sejarah diatas. Dimana pada masa itu masyarakatnya banar-benar mengerti dan memahami tugas-tugas dalam hidupnya dan dalam ibadahnya. Sampai-sampai Umar bin Khattab ingin jabatannya di lepas,karena sudah tidak ada lagi kesibukan dalam jabatannya tersebut. 
Itulah yang kita sebut kebudayaan dan peradaban yang lahir dari ketaatan dan mentaati hukum. Meskipun budaya itu sendiri lahir dari kebiasaan. Tetapi hukumlah yang menertipkan kebiasaan tersebut. Akan tetapi ketika hukum tak mampu mengelolah kebiasaan masyarakatnya, di wilayah publik, saat itulah kekacauan pribadi dan masyarakat akan menjadi wabah kekacauan sosial.
Dari sisi ini saja kita mendapati 3 aspek. Dimana sebuah kehidupan dengan segala atribut peradabanya, juga kejahatan yang marak di dalamnya, adalah juga penjelasan tentang kadar keimanan, pemahaman akan agamanya dan ketaatan pada hukum yang berlaku.
Dengan terjaganya 3 aspek tersebut, maka sebuah kondisi masyarakat akan terjaga. Karenya keimanan yang benar akan melahirkan akhlak, baik tutur kata ataupun prilaku yang indah. Ibaratnya iman bagaikan aliran listrik yang mampu mensupplay kebutuhan lampu-lampu. Semakin besar tenaga atau sumber listrik tersebut semakin banyak lampu-lampu yang bisa dihidupkan.
Ketergantungan kita akan adanya iman bagaikan ketergantungan kita terhadap makan dan minum. Namun iman tidak akan berdiri dengan kokoh bila tidak adanya ilmu. Karena ilmu bagaikan cahaya. Dengan ilmu ini Allah menujuki manusia dan menerangi jalannya untuk menelusuri kehidupan dimuka bumi ini.
Ilmu pengetahuan bagaikan teman akrab di saat susah, sahabat di perantauan, teman bicara dikala sepi, penuntun dalam keadaan lapang dan sempit dan senjata untuk menghadapi musuh (untuk benteng diri). Dengan ilmu seseorang dapat mengenal baik dan buruk, halal dan haram. Iman dan ilmu selalu berjalan beriringan. 
Sedikit kilas balik. Dulu, orang-orang Islam sangat menghargai dan mencintai berbagai bentuk ilmu pengetahuan, lalu mereka pergi ke barat dan ke timur untuk mendapatkannya. Mereka memungut apa saja yang didapatkan dalam perjalanan tersebut. Segala yang didapat itu diolah dan diberi warna Islami yang mengikat semua segi kehidupan dengan ikatan aqidah.
Di zaman para pemula, ilmu pengetahuan berkembang pesat, baik di Yunani, India,Persia maupun di Cina. Sehingga ada orang bijak yang mengatakan: “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina.” Ungkapan ini diilhami oleh pengarahan Rasulullah kepada kaum Muslimin untuk mencurahkan semua kemampuan demi mendapatkan ilmu pegetauhan. Dengan demikian ummat pun giat menuntut ilmu tanpa memperdulikan berbagai hambatan.
Sebab itulah dalam waktu yang relatif singkat, kaum Muslimin telah menguasai berbagai disiplin ilmu. Mereka menekuni semua cabang ilmu pengetahuan yang populer saat itu, kemudian mereka mulai merambah dan mengadakan perbaikan, sehingga meuncullah dari kalangan mereka sejumlah pakar di berbagai lapangan. Ada yang menekuni fiqh :yang di maksud dengan fiqh di sini mencakupi semua konsep dasar tentang kehidupan, termasuk di dalamnya ilmu ekonomi, politik,perang,damai dan tatan sosial. Ada pula yang ahli di bidang ilmu teoritis dan praktis, seperti matematika,astronomi,ilmu alam,kimia dan kedokteran. Nama para pakar tersebut terukir dengan tinta emas dalam lembaran sejarah. Mereka telah berjasa mendorong peradaban ummat manusia beberapa langkah ke depan. Sementara mereka, seperti Al-Hasan bin Al-Haitsam, sampai abad ke 19 masih menjadi guru pada materi yang ia kuasai. Orang-orang Eropah banyak menimbah ilmu dari beliau.
Saat itu, ilmu adalah suatu suatu hal yang sakral dalam jiwa ummat, sama sakralnya dengan aqidah. Kesucian ini meliputi guru dan murid. Masing-masing mereka merasa gentar dan takut, merasa lega dan gembira di keharibaan Allah.
Menuntut dan mengajarkan ilmu adalah tugas suci yang harus dilaksanakan dengan jujur dan tulus. Seseorang berusaha menuntut ilmu,sebab hal itu merupakan suatu kewajiban. Ia juga mengajarkannya kepada orang lain, yang juga merupakan kewajiban.
Pencapaian ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh pakar Muslim – baik kita kagumi atau tidak, karena kita menilainya dengan mentalitas pengetahuan modern – adalah suatu pencapaian yang memerlukan usaha keras dan tulus. Tak seorang pun di antara mereka menyusun buku untuk mendapatkan uang atau popularitas. Mereka mengarang buku, hanya karena mereka selalu mengkaji dan meneliti, kemudian sampai kepada satu kesimpulan atau pendapat, lalu berbagai pencapaian ini mereka siarkan kepada public. 
Mengabdi sepenuhnya kepada ilmu pengetahuan adalah satu-satunya bukti atas ketulusan yang tidak tercemar oleh berbagai kepentingan lain. Bukan hanya jujur dan ikhlas saja keistimewaan pengabdian kepada ilmu pengetahuan di kalangan ummat Islam. Semua ini belum mengangkat segala pengertian kata faridhah ( tugas dari Allah).
Mari kita lihat apa yang harus diperhatikan di dunia pendidikan kita, yang dewasa ini hanya memperjuangkan duniawi saja, yang dimaksud adalah mengejar formalitas,kerja,dan popularitas. 
Pertama, menurut Islam ilmu pengetahuan dapat mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak akan menjauhkan seseorang dari petunjukNya. Dalam Islam pula, tidak ada yang namanya pemisahan antara ilmu dan agama. Hal ini mustahil akan terjadi, sebab ilmu itu sendiri adalah faridhah ( tugas dari Allah) yang dapat mengantarkan seseorang kepadaNya.
Ilmu adalah cahaya Allah dan pemberianNya yang sangat pantas sekali disyukuri ummat manusia. Di samping itu, kaum Muslim pada masa dahulu, merasakan bahwa mereka berhutang kepada Allah yang harus mereka bayar. Allah telah memberi mereka hikmah dan makrifah, memberi mereka akal untuk berpikir dan menemukan sesuatu yang baru, memberi mereka kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Selain itu, Allah juga menyinari mereka dengan seberkas cahaya yang tidak akan terdapat pada diri seseorang kalau bukanlah karena Allah telah meniupkan rohNya kepada setiap manusia. Justru itu, mereka harus membayar hutang tersebut. Bayarannya sangat sederhana sekali, yaitu bersyukur atau berterima kasih kepada Yang Maha pemberi dan Maha Pemurah.
Dengan demikian terlihatlah bahwa ilmu pengetahuan dapat memperkuat keimanan dan menambah kecintaan seseorang kepada Allah.
Dalam sejarah Islam belum pernah terjadi seorang ilmuwan yang menekuni suatu disiplin ilmu, seperti ilmu kedokteran, ilmu alam, astronomi atau kimia menjadikan dirinya terjauh dari aqidah, atau dengan kata lain aqidah tersebut tidak menghalanginya untuk melakukan kajian dan penelitian ilmiah. Ketika itu, dalam jiwa seorang Muslim tak pernah terjadi pergolakan antara ilmu dan aqidah, atau antara ilmu dan agama. Akan tetapi, ilmu pengetahuan tersebutlah yang semakin hidup, berkembang dan maju di bawah naungan aqidah, sehingga tercapailah barbagai penemuan ilmiah. Ini tidak ada yang membantah, sekalipun para ilmuwan barat. 
Hal itu terjadi karena (menuntut) ilmu pengetahuan tersebut tidak lain seperti menunaikan suatu amanah, layaknya seperti melaksanakan shalat,puasa dan zakat.
Kedua, ilmu pengetahuan dikalangan ummat Islam terdahulu tidak pernah digunakan untuk kejahatan atau merusak. Karena ia adalah amanah dari Allah.
Pelajarilah ilmu pengetahuan sebanyak mungkin, sesungguhnya mempelajari ilmu tersebut menjadikan jiwa takut kepada Allah, menuntutnya adalah ibadah, menghafalnya adalah tasbih, mencarinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu adalah sedekah,dan menggunakannya kepada yang pantas adalah kurban.
Dewasa ini,dunia pendidikan kita dan kaum Muslimin sangat perlu memikirkan dan merenungkan kembali berbagai pengarahan Rasulullah. Sebaiknya mereka mulai lagi menghargai dan menghormati ilmu, setelah menelantarkannya beberapa lama, hal ini sebenarnya bagi orang awam saja tidak pantas, apalagi bagi kaum Muslimin yang terpelajar.
Ummat ini benar-benar meremehkan ilmu pengetahuan. Bila ia seorang siswa atau guru di salah satu sekolah, tujuan terakhirnya adalah untuk bekerja atau mencari uang atau kepopuleran. Orientasi hidup seperti ini mereka dapatkan tidak lain dari bisiskan-bisikan lembaga-lembaga pendidikan yang mereka singgahi, juga keluarga dan pemerintah. Belum lagi cara-cara yang mereka dapatkan untuk mencari kerja seperti menipu, berbohong dan berbagai kecurangan lainnya.
Akibatnya ummat tidak lagi menghargai dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada ilmu, malah orang-orang Barat dalam hal ini jauh lebih baik dari kita semua, khususnya kaum Muslimin, padahal merekalah sebenarnya  yang lebih berhak mewarisi tradisi ilmiah dari para leluhur yang dulunya hidup di bawah naungan Islam.
Sebab itulah kaum Muslimin sekarang sangat membutuhkan petunjuk dan pengarahan Rasulullah, agar mereka kembali menghargai dan menghormati ilmu pengetahuan. Disamping itu, agar mereka dapat mengembalikan kedamaian ke dalam hati ummat yang telah tercabik-cabik antara agama dan ilmu, antara agama dan kehidupan. Merekalah satu-satunya yang mampu menciptakan kedamaian dalam hati yang telah pecah berkeping-keping itu dengan suatu aqidah yang unit, yaitu aqidah yang menyatukan antara jalur agama dan ilmu, antara langit dan bumi, antara amal dan ibadah, antara dunia dan akhirat serta menghubungkan antara makrifat dengan Allah S.W.T..
Bila langkah-langkah dunia pendidikan kita menyatukan antara aqidah/agama dan ilmu pengetahuan, maka generasi yang kita dapatkan tidak hanya mampu menguasai ilmu mereka, akan tetapi akan mampu menggabungkan anatar agama dan ilmu pengetahuan. Ini akan melahirkan kebudayaan dan peradaban. 
Memang tidak mudah untuk merubah sistem yang ada. Setidaknya kita membutuhkan satu generasi untuk menghargai ilmu dan memberikan perhatian yang penuh kepada ilmu pengetahuan. Dilihat pada generasi sekarang ini, sudah terlampau jauh tersesat dan jauh dari nilai-nilai. Bukan berarti kita pesimis terhadap kondisi sekarang ini. Akan tetapi untuk mencetak generasi tersebut, setidaknya mudah kita lakukan semenjak mereka di usia keemasan (golden age), yakni dimulai usia tiga tahun. Mereka mudah di pupuk dan dibina sedemikian rupa, hingga akhirnya pada masa produktif mereka, kita akan menuai hasil. Namun ini harus di dukung oleh sistem pendidikan yang kita miliki. Sistem pendidikan harus banyak mengalami perombakan di sana-sini. [ Miras Danieal ]

Kamis, 21 April 2011

Sebab-Sebab Tragedi Degradesi Moral

"Unsur syetan itu ada tiga. Ketiga-tiganya sedang menguasai dunia kita sekarang ini. Kesemuannya aktif menggoda dan merayu penduduk bumi. Pertama, budaya keji dan porno yang semakin merebak dan menjalar begitu cepat pasca perang dunia pertama. Kedua, film bioskop yang bukan saja sekadar meningkatkan nafsu kebinatangan dalam jiwa manusia. Akan tetapi juga mengajarkan kepada manusia tentang bagaimana cara melaksanakannya. Ketiga, merosotnya akhlak kebanyakan kaum wanita, yang tercermin melalui cara mereka berpakaian, bahkan bertelanjang, senang merokok, berbaur dengan kaum pria tanpa batas dan aturan. Ketiga bentuk kerusakan ini terus tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita hari demi hari. Ujungnya pasti lenyapnya peradaban dan komunitas nasrani dan diakhiri dengan kehancuran. Seandainya kita tidak mampu menahan laju serangannya maka jangan heran bila sejarah kita akan mengalami nasib serupa dengan apa yang dialami oleh Romawi serta bangsa-bangsa yang hidup sesudahnya. Akibat mengikuti hawa nafsu, mereka terkubur dalam jurang kehancuran dan kebinasaan bersama-sama dengan minuman keras, wanita, dansa,hiburan dan nyanyian mereka”.
     Masalah dunia dan kehidupan yang sekarang menggenangi pikiran-pikiran kita, yang mempengaruhi hati dan eksistensi manusia masa kini adalah masalah sosial atau sering disebut dengan masalah moral.
Sudah sifatnya, masalah moral selalu menempati posisi utama dan membawa bahaya. Di dalam kerumitan serta keanekaragaman penyelesaian yang banyak di diskusikan. Ia (moral) bisa merupakan suatu sumber bahaya bagi umat manusia sendiri, karena dalam penjabaran kehidupan manusia, selalu terlibat suatu sistem, yang mempengaruhi inti entitas sosialnya (moralnya).
       Masalah moral ini telah semakin hari semakin memprihatinkan, tidak hanya dikalangan umum saja, namun terlebih dikalangan dunia akademik. Hingga akhirnya perjuangan demi perjuangan untuk menanggulanginya mencapai batas maksimal dan melibatkan diri dalam suatu perjuangan dan juga dengan menggunakan berbagai tata cara pemikiran yang diciptakan. Mereka mencoba meraih tujuan untuk mendirikan dan mengatur struktur kehidupan sosial yang terbebas dari ketidaknyamanan. Inilah perjuangan yang melelahkan penuh dengan kesengsaraan dan kepahitan, tawa dan air mata, suatu perjuangan dimana kebahagian bersanding dengan kesengsaraan. Semua ini terjadi karena adanya warna-warni ketidaknormalan serta aneka ragam penyimpangan yang menjadi karakteristik sistem-sistem sosial tersebut. Seandainya tak ada percikan cahaya (agama) yang memancar selama beberapa saat dalam sejarah ummat manusia akan terus berada dalam kesengsaraan dan tenggelam dalam badai kekacauan.
Itulah sekelumit gambaran mengenai perjuangan ummat manusia dalam mencari solusi, sebagaimana mereka tidak bisa mengembangkan hukum gravitasi bumi, seperti itu pula mereka tidak dapat mengubah hubungan-hubungan sosial yang semakin rumit.
         Kemerosotan moralitas dihadapan kita ini memiliki gelombang arus yang sangat kompleks. Gelombang tersebut tidak hanya berasal dari internal, melainkan juga dari external. Namun hampir dari separuhnya sisi external mampu menimbulkan sisi internal. Gelombang-gelombang  ter sebut mencakup permasalahan ekonomi baik kemiskinan maupun bergelimangnya  harta dari setiap individunya, masalah pendidikan atau dunia akademik yang tidak mampu dalam melahirkan generasi-generasi yang berpotensi, penyerapan kebudayaan,penyerapan ideologi-ideologi dan serangan-serangan pemikiran dari berbagai arah dan terakhir minimnya pengenalan agama baik pemahamannya dan prakteknya.
Gelombang ini pun saling tindih menindih, saling keterkaitan bagai mata rantai yang tak terputus. Semakin panjang mata rantai tersebut semakin kokoh keberadaanya.
Kami tidak bermaksud membeberkan babak-babak kehidupan, namun kami ingin lebih dalam mengorek gelombang yang begitu komplek dan menampilkan dihadapan kita semua.
Siklus kemerosotan moralitas yang dihadapan kita ini sungguh telah mencapai tahapan yang memprihatinkan dan gelombang ini pun dapat kita temukan pada abad pertengahan. Dimana para tokoh agama (sekarang ataupun dahulu) menjadi pegawai yang menerima gaji dari siapa saja yang mau memperkerjakan mereka, bahkan sekarang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sementara itu ummat tetap menganggap bahwa apa yang dikemukakan oleh ulama itu merupakan petunjuk Allah. Namun sebenarnya mereka dijerumuskan oleh para ulama kejalan yang sesat dan jauh menyimpang dari petunjuk Allah. Namun bukan – sekali lagi – tidak semua ulama berperangai seperti itu. Apa pun yang terjadi di kehidupan ini,pastilah Allah akan menurunkan orang-orang yang benar-benar teguh dan dengan semangat yang tinggi dalam menegakkan kalimat Allah tanpa pamrih dengan keilmuan yang tinggi dan bersih. 
Kemerosotan yang kita alami dalam segala bidang, terutama moral, merupakan bom waktu dari penjajahan yang dilakukan oleh barat di abad pertengahan. Namun tidak serta merta barat biang keladinya. Kesombongan yang kita lakukan juga merupakan imbas yang sangat besar bagi kejatuhan kita di abad perte ngahan tersebut. Barat pun menuai hasil dari jerih payah yang diperjuangkannya. Kemajuan teknology, pendidikan, informasi, kebudayaan dan peradabannya.
Kejayaan barat tidak serta merta berjalan dengan kejayaan moralitas mereka. Barat mendapatkan serangan yang hebat dan bertubi-tubi dari dalam diri mereka sendiri. Gelombang rusaknya moralitas yang barat hadapi menghantarkan mereka pada kehancuran. Seperti yang di alami oleh Yunani kuno,Romawi dan Persia. Ketiga peradaban ini pun runtuh tanpa tersisa, hanya puing-puing yang dapat kita lihat. Kehancuran itu bermula dari moralitas manusianya. Hubungan antar jenis dan lawan jenis merupakan salah satu penyakit yang menghantarkan pada kehencuran peradaban-peradaban mereka. Kekacauan ini pula yang menjadi penyebab hancurnya peradaban barat masa sekarang. Dampak kehancurannya sudah terlihat jelas dan sudah dirasakan secara total seperti di Prancis, Amerika Serikat,Inggris,Swedia dan Negara-negara berperadaban modern lainnya.
Prancis lebih dulu. Disetiap perang yang dihadapinya selalu bertekuk lutut yang semenjak tahun 1870 sampai sekarang. Seorang Dokter Prancis ternama Lerier berkata, “Di Prancis 30.000 ribu orang mati akibat penyakit spilis (ini sebelum datangnya AIDS/HIV) dan berbagai penyakit lainnya setiap tahunnya.” Jumlah penduduk bangsa Prancis berkurang drastis. Penyebabnya karena terlalu gampang mengikuti godaan seks antar jenis maupun lawan jenis, tidak memiliki janin dan keturunan, tidak memberi peluang bagi pertumbuhan keluarga dan keturunannya, serta tidak ada rasa tanggung jawab terhadap anak-anak yang dilahirkan dari hasil “kumpul kebo”. Karena itu perkawinan semakin sedikit dan keturunan semakin berkurang
Persentase orang yang melakukan perkawinan terus mengalami penurunan, dibarengi pula oleh peningkatan persentase anak yang dilahirkan secara tidak sah. Di samping itu perlu pula dicatat bahwa 20% dari anak – anak lelaki dan perempuan yang sudah dewasa tidak mau menikah sama sekali.
Kemudian datang era industrialisasi. Bersamaan dengan itu bermula pula masyarakat sosialis di Swedia. Jumlah kaum ibu yang tidak bersuami pada saat itu mencapai 7%. Kemudian meningkat pada tahun 1920 menjadi 16%. dan seterusnya meningkat hingga beberapa tahun kedepannya.
Beberapa lembaga ilmiah sudah mencoba melakukan beberapa kajian mengenai “cinta bebas” di Swedia. Hasilnya membuktikan bahwa seorang pria sudah memulai hubungan seks tanpa nikah pada usia delapan belas tahun. Bahwa 95% dari kaum remaja yang sudah mencapai usia 21 tahun sudah melakukan hubungan seksual!
Bisa juga kita buat perincian untuk meyakinkan orang – orang yang menuntut diperbolehkannya cinta bebas, seperti berikut: 7% dari hubungan seks tersebut dilakukan oleh kaum pria dengan tunangannya, 35% dengan kekasih dan 58% dengan teman sementara!
Dapat pula kita catat persentase hubungan gelap wanita dengan pria sebelum berusia 20 tahun seperti berikut : 3% dari hubungan tersebut dilakukan dengan pasangan prianya, 27% dengan tunangan dan 64% dengan teman sementara!
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa 80% dari kaum wanita Swedia melakukan hubungan seks total sebelum nikah dan 20% dari mereka bertahan hidup tanpa nikah.
Karena itu lumrah saja bilamana cinta bebas menyebabkan terlambatnya perkawinan serta semakin banyaknya anak – anak yang di lahirkan secara tidak sah.
Wajar sekali bila perpecahan keluarga semakin meningkat... Warga Swedia membela “cinta bebas” dengan mengatakan: “Masyarakat Swedia memandang hina sekali pengkhianatan yang terjadi setelah perkawinan.”Perkataan ini persis seperti pandangan masyarakat modern lainnya dan masyarakat Indonesia dewasa ini. Akan tetapi mereka tidak bisa mempertahankan diri dari kecendrungan semakin menciutnya keturunan dan peningkatan persentase angka perceraian yang semakin menakutkan.
Persentase perceraian di Swedia merupakan yang terbesar di dunia. Satu perceraian terjadi antara setiap enam atau tujuh pasangan berdasarkan statistik yang dibuat olah departemen sosial Swedia.Pada mulanya masih kecil. Akan tetapi angkanya terus bertambah dari waktu ke waktu... Pada tahun 1925 terjadi 26 perceraian dalam setiap seratus ribu penduduk. Angka ini meningkat menjadi 104 pada tahun 1952. Kemudian meningkat lagi menjadi 114 pada tahun 1954.
Akibatnya, 30% dari jumlah pasangan yang ada terpaksa hidup dibawah tekanan keadaan, setelah perempuannya hamil.Perkawinan yang dilakukan secara “darurat” tentu saja tidak bisa bertahan seperti halnya perkawinan yang dilakukan secara wajar. Faktor lain yang mendorong terjadinya perceraian adalah undang – undang Swedia yang tidak memberikan hambatan apa – apa atas kasus perceraian. Apabila suatu pasangan ingin bercerai, maka urusannya mudah sekali. 
Setelah kebebasan bercinta dijamin di Swedia, masih ada lagi kebebasan lain yang dapat dinikmati oleh mayoritas warga Swedia, yaitu kebebasan untuk tidak percaya kepada Tuhan. Di Swedia sudah – ketika itu --  berkembang luas gerakan-gerakan pembebasan diri dari kekuasaan gereja. Fenomena ini juga juga berkembang di Norwegia dan Denmark. Para guru di sekolah-sekolah membela kebebasan ini dan menanamkan dalam diri anak didik dan generasi muda.
Generasi mudah sudah menyimpang. Ini adalah fenomena baru yang mengancam generasi muda di Swedia dan negara-negara Skandinavia lainnya. Karena tidak memiliki iman, mereka semakin jauh terseret penyimpangan, narkotika dan minuman keras. Jumlah anggota keluarga yang bapak mereka bersetatus pecandu diperkirakan mencapai sekitar 175 ribu orang, atau 10% dari total anggota keluarga yang ada. Kecendrungan anak-anak berusia puber untuk menjadi pecandu minuman keras semakin berlipat ganda. Jumlah anak puber berusia 15 sampai 17 tahun yang ditahan polisi Swedia dalam keadaan mabuk berat sebanyak 2/3 jumlah orang yang ditahan dengan alasan yang sama semenjak 15 tahun. Kebiasaan minum di kalangan remaja putra dan putri berusia puber berkembang dari status ‘buruk’ menjadi ‘lebih buruk’. Kondisi tersebut diiringi oleh fakta yang sangat mencekam.
Sepersepuluh dari mereka yang mencapai usia baligh di Swedia mengalami goncangan kejiwaan. Para dokter Swedia menyebutkan: 50% pasien mereka mengidap gangguan akal yang menyertai penyakit fisik. Tidak diragukan lagi bahwa berlebihan dalam menikmati kebebasan “tidak beriman”, dapat melipatgandakan penyimpangan kejiwaan dan semakin memperbanyak faktor yang meretakkan keluarga serta semakin memperdekat manusia ke jurang penyusutan keturunan.
Keadaan di Amerika tidak lebih baik dibandingkan keadaan ini. Tanda-tanda kehancuran datang silih berganti. Tetapi bangsa Amerika tidak peduli dengan tanda-tanda tersebut dikarenakan kesombongannya. Faktor-faktor kehancuran terus menggerogotinya dari dalam,meskipun di luar kelihatan sangat menyakinkan. Pergerakannya sangat cepat, sehingga ,menimbulkan kehancuran di dalam jauh lebih cepat dari apa yang kelihatan di luar.
Terakhir presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa enam dari setiap tujuh pemuda AS tidak layak menjadi prajurit akibat kerusakan moral yang mereka alami dan salah satu majalah Amerika pernah menulis semenjak seperempat abad yang lalu, disebutkan :
“Unsur syetan itu ada tiga. Ketiga-tiganya sedang menguasai dunia kita sekarang ini. Kesemuannya aktif menggoda dan merayu penduduk bumi. Pertama, budaya keji dan porno yang semakin merebak dan menjalar begitu cepat pasca perang dunia pertama. Kedua, film bioskop yang bukan saja sekadar meningkatkan nafsu kebinatangan dalam jiwa manusia. Akan tetapi juga mengajarkan kepada manusia tentang bagaimana cara melaksanakannya. Ketiga, merosotnya akhlak kebanyakan kaum wanita, yang tercermin melalui cara mereka berpakaian, bahkan bertelanjang, senang merokok, berbaur dengan kaum pria tanpa batas dan aturan. Ketiga bentuk kerusakan ini terus tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita hari demi hari. Ujungnya pasti lenyapnya peradaban dan komunitas nasrani dan diakhiri dengan kehancuran. Seandainya kita tidak mampu menahan laju serangannya maka jangan heran bila sejarah kita akan mengalami nasib serupa dengan apa yang dialami oleh Romawi serta bangsa-bangsa yang hidup sesudahnya. Akibat menuruti hawa nafsu, mereka terkubur dalam jurang kehancuran dan kebinasaan bersama-sama dengan minuman keras, wanita, dansa,hiburan dan nyanyian mereka.”
Kenyataannya,Amerika tidak mampu membendung laju serangan ketiga bencana tersebut. Bahkan Amerika menyerah total dan membiarkannya berlalu melewati jalan yang pernah dilalui bangsa Romawi.
Seorang wartawan lain menulis menge- nai gelombang penyimpangan remaja di Ame rika,Inggris dan Prancis untuk menggambarkan bahwa kemerosotan moral remaja kita masih kecil (dengan sombongnya)dibandingkan mereka. Beliau berkata :
“Gelombang kriminalitas di kalangan remaja puber di Amerika semakain meluas. Pemerintah negara bagian New York mengumumkan bahwa mereka akan menjadikan penanganan masalah ini sebagai induk program reformasi yang dilaksanakan di negara bagian tersebut.
“Pemerintah negara bagian tersebut sengaja membangun wilayah – wilayah pertanian, proyek – proyek rehabilitasi, klub – klub olahraga dan lain sebagainya. Namun demikian, mereka mengumumkan bahwa penanganan korban kecanduan narkotik yang secara khusus terjadi di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, seperti morfin dan kokain tidak termasuk dalam program tersebut. Mereka menyerahkan masalah ini ke departemen kesehatan.”
Sementara di Inggris, seringkali terjadi pada dua tahun terakhir perkosaan terhadap kaum wanita dan gadis muda belia di jalan – jalan perkampungan. Sebagian besar pemerkosa atau penjahatnya adalah remaja usia puber. Pada beberapa kasus si pemerkosa sengaja mencekik si gadis atau anak perempuan yang masih kecil dan meninggalkannya sebagai mayat yang sudah kaku agar rahasianya tidak terbongkar dan pelakunya tidak dikenal ketika polisi melakukan penyelidikan.
Sekitar tahun 1960 an, seorang kakek tua sedang dalam perjalanan menuju kampungnya. Tiba – tiba dia melihat dipinggir jalan dan dibawah pohon kayu seorang remaja sedang meniduri seorang gadis remaja... Lantas si kakek ini menghampiri mereka. Kemudian memukul remaja tersebut dengan tongkatnya seraya menghardik dan mencaci makinya. Dia berkata: Apa yang di lakukannya, sebenarnya tidak boleh dilakukan di jalanan umum! Remaja tersebut langsung berdiri dan menghajar si kakek pada bagian perutnya sekuat tenaga sehingga si kakek jatuh terjerembab. Kembali remaja tersebut menghajar si kakek pada bagian kepala dengan sepatunya. Dia terus menghajar si kakek dengan keras sekali sehingga kepala si kakek penuh dengan memar. Yang memprihatinkan remaja tersebut baru berusia 15 tahun sementara gadisnya berusia 13 tahun.
Komite empat belas Amerika yang bertugas mengawasi kondisi akhlak negara melaporkan bahwa 90% rakyat Amerika mengidap berbagai macam penyakit menular yang mematikan. Hal ini terjadi sebelum ditemukannya obat-obatan modern semacam antibiotik seperti vinicyllin dan astriphtomacyn. Jaksa Landsey kota Danver menulis bahwa setiap dua status perkawinan mengalami satu kasus perceraian. Seorang dokter dunia terkenal,Alexis Karel, dalam bukunya Al-Insan Dzalika Al-Majhul, menulis : “Ketika kita sedang berusaha membrantas penyakit diarepada anak-anak, penyakit paru-paru,sesak nafas dan tipus, tiba-tiba pada saat yang sama muncul berbagai macam penyakit yang diakibatkan kerusakan dan kemerosotan moral.
Ditemukan sejumlah besar penyakit jaringan syaraf dan daya pikir. Di beberapa negara bagian AS jumlah orang gila yang ada di pusat-pusat kesehatan melebihi jumlah pasien yang ada di semua rumah sakit lain. Seperti halnya penyakit gila, gangguan syaraf dan melemahnya daya pikir juga terus bertambah. Ini adalah unsur yang paling efektif membuat orang sengsara dan menghancurkan keluarga. Kerusakan akal jauh lebih berbahaya terhadap peradaban dibandingkan penyakit menular yang telah banyak meguras perhatian para pakar kesehatan dan dokter sampai saat ini.
Itulah sedikit gambaran dari masa lalu. Data-data ini belum termasuk tindakan-tindakan lainnya, seperti pembunuhan,pemerkosaan,pencurian,kemiskinan dan pengangguran,narkoba,korupsi,perjudian dan tindakan kriminal lainnya.
Berbagai macam penyakit pun bermunculan, hingga detik ini para pakar kedokteran belum mampu menemukan obat untuk menyembuhkan AID/HIV, hanya pencegahan rutin saja yang dapat diperoleh.
Namun barat, dewasa ini mulai ada sedikit rasa kesadaran walau tidak sepenuhnya mereka lakukan. Hanya komunitas-komunitas kecil bermunculan dengan membawa suara-suara keagamaan,menjunjung tinggi moralitas dan lainnya. Amerika serikat, Prancis, Inggris, Australia, Jerman, Belanda, Italia dan beberapa negara lainnya, populasi ummat Islam tahun demi tahun meningkat. Amerika saja populasi muslim sudah bertengger di urutan ke tiga setelah Yahudi dan Nasrani. Populasi ini semakin meningkat terlebih setelah terjadinya tragedi 11 Sept 2004.
Bagaimana Dengan Kita?
Negeri yang mendapat gelar muslim terbanyak? Organisasi Islam terbesar? Mendapat anugerah kekayaan alam terindah? Sepertinya bom-bom waktu tersebut sudah meledak satu demi satu. Kekacauan ada dimana-mana, pemerkosaan bagai santapan pagi,perzinaan bagaikan makan malam, perjudian bagaikan aktivitas yang menyibukkan,korupsi bagaikan uang halal,pembunuhan bagaikan rutinitas sehari-hari,homo seksual bagaikan istri simpanan, perselingkuhan bagaikan poligami, kebohongan, kemunafikan,berkeluh kesah, pengkhianatan, caci maki, arogansi, adalah kepribadian bangsa ini.
Prostitusi bagaikan ladang rezeki yang mengantarkan pemiliknya dan pelakunya ke surga dunia, penjualan anak-anak bayi dan di bawah umur lebih nikmat dan menjanjikan daripada jualan krupuk. Bisnis pendidikan lebih menjanjikan dengan gaji yang menggiurkan, jual nama partai untuk mencapai kekuasaan lebih baik daripada menjadi guru yang baik, guru menjual ijazah dan mencari sertifikasi, karena keikhlasan hanya ada pada ajaran agama, pendidikan hanya sebatas ijazah belaka. Menjadi penyanyi atau bintang film lebih baik daripada jadi ilmuwan dan masih banyak lagi keganjilan dan keanehan yang sekarang dianggap bermoral dan bermartabat. Ujung-ujungnya adalah uang. Pemerintah pun berusaha sekuat tenaga untuk menaikkan gaji pegawai, yang dianggap sebagai langkah mengentaskan kemiskinan,mensejahterakan yang akan menghilangkan segala macam kekacauan yang ada dan disisi lain ini adalah suatu sikap pemerintahan sekarang untuk tetap bertengger di atas kekuasaan.
Langkah ini diambil lantaran kita sudah terlalu jauh terseret arus yang dulu kita lupakan. Disadari atau tidak sistem perekonomian yang kita alami dewasa ini merupakan sisa-sisa penjajahan kita di masa lalu. Penjajahn yang menimpa kita di abad yang lalu dan ini merupakan konsekuensi logis dari kemerosotan kita di bidang ekonomi dan lainnya. Kalau kelemahan semacam ini telah melanda diri kita sendiri, maka dengan sendirinya – sebagai konsekuensi logis – kita akan tertimpa malapetaka dan bencana dan itu sudah kita rasakan sendiri dalam segala bentuk dewasa ini. 
Penjajahan disini tidak hanya secara fisik atau kekayaan alam yang seperti dilakukan oleh Belanda, Jepang di negeri kita. Namun jauh dari sekadar itu. Sampai detik ini pun penjajahan masih tetap dilakukan dan terus berjalan. Setidaknya ketika Belanda menginjakkan kakinya di tanah pertiwi ini. Dia telah menanamkan bom-bom waktu dan ajaran-ajaranya berupa filsafat hidup, politik, ekonomi, budaya, pendidikan bahkan agama sekalipun. Dan itulah tujuan dari penjajahan kepada suatu negeri. 
Dalam gambaran yang sekarang menghantui kita, bahwa sistem perekonomian kita tidak luput dari sistem kapitalis. Dimana kebebasan ekonomi didasarkan pada kepercayaan terhadap ekonomi bebas, yang di atasnya didirikan kebijaksanaan pintu terbuka, yang memutuskan untuk membuka semua pintu dan menyiapkan segala lapangan bagi rakyat dalam bidang ekonomi. Jadi setiap orang bebas untuk memiliki, untuk kepentingan konsumsi maupun produksi. Pemilikan  produktif semacam itu, yang mendorong penumpukan modal besar-besaran tanpa batas, sama-sama diizinkan bagi setiap orang. Setiap individu memiliki suatu kebebasan mutlak untuk berproduksi, dengan norma atau metode apa-pun, menumpuk, menambah dan memperbanyak kekayaan demi kepentingan dan keuntungan pribadinya sendiri. 
Kekayaan yang dikuasai oleh kelompok kapitalis, di bawah naungan ekonomi absolut dan kebebasan-kebebasan individual, yang menangannya sesuai dengan mentalitas materialistik. Jiwa sistem kapitalis merupakan anak dari ideologi dunia materialistik. 
Pendidikan
Pendidikan kita sampai detik ini masih berfokus pada permasalahan duniawi dan materi. Kesalapahaman mengenai tujuan pendidikan merupakan cambuk dan pemicu yang sangat besar dalam melahirkan generasi-generasi yang buruk. Kita dengan sangat muda menemukan bahwa masyarakat memahami pendidikan itu dengan satu tujuan, Kerja!, yang ada dibenak sebagian besar masyarakat. Jika membicarakan pendidikan sangat dipastikan dua kata : Kerja dan Uang. Karena orientasinya yang duniawi,akibatnya kita dapat melihat bahwa segala cara pun menjadi halal untuk dilakukan. Maka lambat laun pola pikir pun terbentuk bahwa hidup dan tujuan hidup menjadi pekerja/buruh, menghasilkan uang. Dan tidak adanya potensi yang mampu dikembangkan. Kebodohan menjadi kebanggan. Tanpa mereka sadari, nilai manusia diukur oleh rupiah. Moral pun tidak ada, akhlak amburadul. Mereka tidak memiliki nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai keagamaan. Yang jelas dan pasti apa yang ada di benak mereka adalah pendidikan dianggap sebagai suatu sarana untuk mendapatkan kerja.
Pihak lembaga pun tutup mata dengan fenomena ini. Karena, memang mereka pun ber-ideologi bahwa sekolah merupakan tangga menuju bekerja. Ironisnya, lembaga-lembaga pendidikan pun sudah tidak ada rasa kemanusian lagi, karena mereka memasang biaya pendidikan yang begitu tinggi. Maka hanya orang-orang kaya saja yang mampu menikmati bangku sekolah. Sikap ini di ambil lantaran mereka melihat pangsa pasar yang begitu menjanjikan dan untuk memperkaya diri. Adapun orang-orang miskin akan dibantu dengan zakat-zakat saja. 
Kami tidak mengatakan bahwa bekerja itu salah. Namun kami melihat bahwa apa yang mereka perjuangkan tidak di imbangi dengan nilai-nilai moral, keagamaan dan ilmu pengetahuan yang cukup. Yang di perjuangkan hanya sebatas apa yang mereka mampu lakukan. Efek dari ini semua adalah sebuah orientasi duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama. 
Belum lagi sederetan fakta dimana anak didik sangat menjunjung tinggi hedonisme (budaya glamor/kemewahan), permisifisme (budaya serba boleh),konsumerisme, budaya instanisme,budaya hiburan. Ini semua akibat dari keringnya nilai-nilai rabbaniyah (aqidah yang benar) dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan agama yang ada hanya mendapatkan jadwal yang sedikit waktunya. Adapun ilmu-ilmu umum pun cendrung berorientasi materi belaka. Sehingga tidak serta merta menjadikan anak didik lebih dekat dengan Tuhan nya dan tidak memiliki potensi untuk dikembangkan. Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler justru lebih terarah pada pembenaran hedonisme,permisifisme,konsumerisme,instanisme. Fenomena ini tidak hanya dari kalangan perguruan tinggi saja,namun merambah juga dikalangan SD,SMP,SMA,SMK,STM dan segala macam lembaga pendidikan. Ironisnya lembaga-lembaga tersebut menciptakan paradigma bahwa setelah lulus mudah berkerja, dicarikan kerja,diterima dimana saja, sebelum lulus sudah bekerja dengan gaji yang tinggi dan segudang iklan lainnya ditonjolkan untuk menarik peminat sebanyak-banyaknya. Sedangkan masyarakat yang awam tertipu, terbodohi oleh rayuan bujuk mereka.
Itulah segudang per masalahan dan masih bertumpuk lagi permasalahan-permasalahan, yang semuanya belum ada ketegasan dan pemecahan yang begitu serius untuk menanggulanginya. Untuk pembahasan mengenai pendidikan ini kan kami bahas labih dalam lagi di edisi mendatang.
Budaya & Peran Pemikiran
Setelah kita membahas masalah ekonomi, pendidikan yang begitu carut marutnya, begitu mengiris hati kita. Dengan melihat keadaan dan kondisi tersebut, maka dengan mudah terjadi pergeseran nilai-nilai dari agama dan budaya dan gaya hidup. Efek dari pergeseran ini sangat kentara sekali. Dimulai dari hal yang terkecil hingga permasalahan aqidah agama kita. Sekali lagi sikap hedonisme, permisifisme, konsumerisme, instanisme menjadi tolak ukur dalam kehidupannya. Lihatlah...kita bangga dengan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Kami tidak mengatakan bahwa mempelajari bahasa Inggris jelak, terlebih-lebih haram. Tidak,tidak sama sekali. Pelajarilah,bahkan tidak hanya bahasa Inggris, sebanyak-banyaknya. Agar kita tidak mudah ditipu dan dibodohi. Namun kita  tetap harus belajar bahasa negeri kita sendiri dan bahasa Arab. Karena bahasa Arab adalah bahasa Agama kita. Agar kita tidak tersesat dan selamat di akhirat. Dengan mempelajari dan memahami Al-Qur’an berarti dapat berkomunikasi dua arah dengan Allah, Pemilik kehidupan ini. Dalam Al-Qur’an terdapat pula peta yang menunjukkan jalan ke surga.
Kembali lagi ke permasalahan kita. Efek tersebut hingga saat ini sudah memasuki tahap memprihatinkan. Mereka kehilangan nasionalisme. Karena mereka menganggap rendah bangsa sendiri. Lihatlah anak-anak muda-mudi tersebut, mereka lebih senang memamerkan bendera Amerika dan Inggris daripada Mereh Putih, atau mereka tidak sadar sering menggunakan lambang-lambang Yahudi dan Nasrani dalam assesorisnya. Demikian juga berdampak pada budaya makanan,musik, film,tata rias rumah, pergaulan dengan facebook,twitter dan komunitas jejaraing lainnya. Sebenarnya mereka semua tertipu dan semakin disesatkan oleh gaya hidup yang sengaja diciptakan untuk merusak aqidah Islam dan nasionalisme kita.
Belum lagi pergaulan antar jenis dan lawan jenis, yang sering disebut berpacaran,menonton film-film porno,meng hadiri konser-konser musik,kafe-kafe yang bergaya ala barat. Ber pacaran dalam kamus yang sebenarnya adalah mencoba seseorang untuk menjadi pasangannya. Bila percobaan tersebut gagal atau tidak menemukan kecocokan,maka mereka akan mencoba mencari penggantinya. 
Gaya hidup dan budaya seperti ini merupakan simbol-simbol pemujaan terhadap hawa nafsu, yang terus mengerogoti sendi-sendi kehidupan kita. Orang-orang yang pegila kerja, pemuja harta yang sekuler.
Apa yang kami paparkan diatas merupakan imbas dari peninggalan-peninggalan masa lalu yang sekarang baru kita rasakan dan terlebih lagi bahwa keadaan ini juga dipengaruhi oleh peperangan yang dilancarkan oleh Barat, yang notabene-nya mereka akan terus memerangi Timur hingga Timur pun kehilangan eksistensinya. Inilah yang kita sebut dengan Perang Pemikiran. 
Perang Pemikiran ini adalah serangan pemikiran secara bertubi-tubi yang  yang tersusun rapi, sistematik dan terancang dengan baik yang dilakukan oleh umat yang kuat terhadap umat yang lemah untuk merubah kepribadiannya, budayanya, pola pikirnya, pemahamannya dan kehidupannya sehingga kemudian menjadi pengikut umat yang kuat tersebut. 
Serangan-serangan tersebut meliputi politik,militer,ekonomi,pendidikan,pengajaran, buku-buku, media cetak/televisi, paham orientalis, pesta-pesta, olah raga, hiburan, music-music, film-film, hedonisme, lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi,ideologi-ideologi, feminisme, teknology dan propaganda-propaganda.
Ironisnya kita tidak sadar dan tertipu oleh perang pemikiran tersebut. Hingga akhirnya kita pun telah terbawa oleh arus tersebut yang menjadikan kita mencintainya, mentaatinya, mengikuti cara hidupnya, menyerupai prilakunya, sampai memberikan loyalitas kepada mereka dan tidak sedikit dari kita telah berpindah agama. Perpindahan agama ini meningkat dari tahun ke tahunnya. Sedangkan yang lebih parah lagi kita menjadi kaum-kaum munafikun.
Perang pemi kiran pun memiliki tahapan atau fase, dimana fase tersebut dimulai dari zaman khilafah Islamiyah. Seiring jatuhnya Khilafah Islamiyah, paham nasionalisme (fanatik kebangsaan) disebarkan kesetiap negara Islam. Kekauman, kesukuan dan kebangsaan di munculkan secara hebat, sehingga muncul kepentingan-kepentingan yang bersifat kelompok, kepercayaan pada Khilafah Islamiyah, bahkan pemberontakan-pemberontakan mulai mewarnai perjalanan sejarah khilafah Islamiyah. Pada saat itu juga bermunculan berbagai kelompok yang mulai memisahkan dari khilafah islamiyah. Pada saat itu juga bermunculan berbagai nama yang muncul, sebagai tandingan Khilafah Islamiyah. Keadaan semakin tidak terkendali menjelang jatuhnya Khilafah di setiap negara Islam dan terjadi huru hara di mana-mana. Kondisi ini tidak terlepas dari usaha pihak Barat untuk memperlancar kejatuhan Khilafah Islamiyah.
Setelah jatuhnya Khilafah Islamiyah, serangan-serangan dari Barat semakin gencar dengan program-program yang mereka sodorkan. Dalam rangka peperangan pemikiran, dimulai dari perubahan dalam politik, untuk tidak lagi menggunakan sistem Islam, melahirkan Demokrasi, Al-Qur’an di ganti dengan undang-undang yang mereka buat, perubahan tatanan masyarakat di rubah. Menyusul Akhlak. Faham Ateis di sebarkan, faham westernisasi (gaya hidup ala barat), pembebasan wanita. Hukum-hukum Islam di rombak dengan seenaknya. Faham-faham sekulerisme di tanamkan ke setiap anak-anak muda.
Alhasil peperangan tersebut tidak mampu dibendung lagi. Lantaran ulama-ulama dan pemuka pemerintah yang bersih telah disingkirkan atau setidaknya sebagian dari mereka telah terbawa arus dan pengikut mereka.
Arus tersebut hingga kini masih menyerang kita melalui berbagai saranan, seperti kita sebutkan di atas meliputi media/pers (baik media cetak,televisi,radio,internet), buku-buku dan berbagai macam teknology lainnya), perombakan sistem pendidikan/pengajaran, hiburan,film-film, music-music, klub-klub, paham orientalis, pesta-pesta, olah raga, hedonisme, lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi,ideologi-ideologi, feminisme (pembebasan wanita/Gender), teknology, dan propaganda-propaganda.
Begitu besar dan hebatnya serangan-serangan tersebut menyebabkan pengaruhnya sampai ke akar generasi muda kita. Inilah serentetan tragedi-tragedi dalam kaca mata Degradasi Moral atau kita sebut kemerosotan dan kehancuran moralitas dari generasi kita di Indonesia, khususnya. [ Tim Hibrida ].




Sabtu, 24 Juli 2010

Teknology ( AMD) ATI Radeon seri 5000

Akhirnya kartu grafis DX 11 yang pertama di dunia resmi diluncurkan pada tanggal 22 September 2009 yang lalu. Adalah AMD ATI yang pertama kali mengeluarkan kartu grafis DX11 berlabel radeon HD 5870 dan 5850 (dengan code name Cypress) meskipun game yang mendukung DX11 sendiri belum diluncurkan dan tidak ada Operating System (OS) yang telah dirilis secara resmi DX11(win 7 yang sudah secara resmi diluncurkan). Tentu saja sangat menarik untuk membahas keunggulan kartu ini dibandingkan dengan kartu grafis keluaran AMD ATI sebelumnya, yaitu Radeon HD 4870 (RV770).
Sesekali sebuah kejutan bisa berbuah manis. Sesekali pula bagus juga apabila sesuatu yang kita rencanakan bisa berjalan dengan baik.Dibandingkan dengan peluncuran Radeon HD seri 4800, Radeon HD 5800 masuk dalam kategori yang kedua. Tidak ada pengumuman penting menjelang waktu peluncuran atau pengunduran tanggal peluncuran secara mendadak. selayaknya sebuah karttu grafis pada umumnya, Peluncuran radeon HD 5800 berjalan normal. Akibatnya apa yang akan dibahas dalam artikel ini bukanlah sebuah kejutan bagi kita yang senantiasa rajin mengikuti perkembangan berita kartu grafis DX11 pertama ini. AMD mengumumkan rencana peluncuran keluarga GPU Evergreen-nya sudah semenjak 3 bulan yang lalu. Evergreen adalah sebutan untuk jajaran kartu grafis DX11 terbaru milik AMD yang pada saat ini masih terdiri dari HD 5870 dan HD 5850. AMD secara resmi telah mengumumkan pula teknologi Eyefinity yang berjalan pada platform HD 5870 milik mereka semenjak 2 minggu yang lalu, sehingga ada beberapa hal yang dibahas pada artikel kali ini hanyalah sekedar konfirmasi dari apa yang telah kita ketahui bersama.
Perbandingan teknis kartu grafis AMD seri 5000 dan 4000 selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Dari tabel perbandingan di samping, Secara singkat cypress dapat dikatakan sebgai sebuah Radeon HD4890 yang dilipatgandakan spesifikasinya , dengan beberapa tambahan fitur baru semacam eyefinity dan angle independent anisotropic filtering, daya yang lebih rendah ketika idle, dan proses fabrikasi TSMC 40 nm. Cypress dapat juga dikatakan sebagai revolusi langsung dari RV7xx dengan banyak kemiripan dalam desain dan cara kerja.
Jajaran VGA DX11 dari AMD
Perlahan namun pasti kondisi internal AMD mulai membaik meskipun krisis ekonomi masih berlangsung dan
banyak perusahaan yang mengalami restrukturisasi. Salah satu strategi sukses AMD tentu saja karena pengambilalihan ATI dimana ATI sendiri secara signifikan menunjukkan penguatan kinerja yang luar biasa terutama semenjak diluncurkannya seri radeon HD 4000 setahun yang lalu. Tidak ada yang bisa menyangkal seri radeon HD 4000 merupakan kesuksesan besar yang senantiasa menghantui dan mengganggu NVIDIA. NVIDIA sendiri dipaksa harus membayar mahal atas kekalahan yang mereka alami padahal apabila ditelaah lebih jauh pendekatan yang dilakukan ATI sendiri cukup sederhana, yaitu dengan menawarkan sebuah solusi kartu grafis yang dilengkapi banyak fitur berperforma tinggi dengan harga yang sesuai (tidak overpriced). Dengan ini AMD bertujuan untuk membuat sebuah produk GPU yang mampu memimpin di setiap titik harga dengan performa dan manajemen daya sebaik dan seefisien mungkin.
Dimulai dari penamaan yang berubah dari kode angka pada kelas kartu grafis DX10 sebelumnya (RV7xx) menjadi kode nama pada keluarga kartu grafis DX11 yang diluncurkan saat ini, yaitu Cypress. Prodeuk Seri HD5000 dimasukkan ATI dalam jajaran keluarga Evergreen. Selain Cypress Dalam beberapa waktu ke depan akan terdapat pula beberapa produk yang dirilis dalam jajaran kelurga evergreen dengan kode nama sbb :
1. 1. Hemlock,solusi kartu grafis dual chip(X2) dari AMD yang terdiri dari dua buah chip RV870 (dikenal pula dengan R800)
2. 2. Juniper, solusi kartu grafis chip tunggal kelas performance yang akan menggantikan Seri Radeon HD 4870 dan 4850.
Kemungkinan diberi nama Radeon HD 5750 dan 5770.
3. 3. Redwood, solusi kartu grafis chip tunggal kelas mainstream yang didasarkan chip RV830 yang akan menggantikan kedua seri RV730 dan RV740.
4. 4. Cedar, solusi kartu grafis chip tunggal kelas entry- level yang didasarkan pada chip RV810.
Cypress memiliki ukuran die 334 mm2, lebih besar dibandingkan ukuran die RV770 sebesar 260mm2. Cypress sendiri menjadi dasar bagi pengembangan chip lainnya dalam jajaran keluarga evergreen. Ditilik dari harga kemungkinan seri hemlock akan memiliki MSRP (Most Suggested Retail Price) berkisar antara $549-599, sedangkan seri cypress yang terdiri dari Radeon HD 5870 dan 5850 sendiri memiliki MSRP $379 dan $259 yang ditujukan untuk bersaing mengalahkan seri GTX285 milik NVIDIA.
Penjelasan Teknis Tentang kinerja Kartu Grafis Agar tidak bingung mengenai beberapa istilah teknis yang akan dibeber pada bagian selanjutnya, sedikit akan saya tuliskan mengenai bagaimana sebuah kartu grafis bekerja hingga akhirnya dapat menampilkan gambar pada monitor kita. Apakah yang dibutuhkan agar game dapat dirender (ditampilkan pada layar monitor)? Misalkan saja ada sebuah objek 3d yang akan ditampilkan secara 2d pada layar monitor kita.
Pertama- tama dimulai dengan membuat beberapa macam struktur bangun dengan permukaan (surface)yang terdiri atas bangun- bangun segitiga (triangles). Triangles dipakai karena dapat dengan mudah dan cepat diolah oleh komputer. Selanjutnya yang dilakukan adalah tiap- tiap triangle ditransformasikan berdasarkan sudutpandang dan posisi relatif terhadap viewer. Langkah berikutnya memberikan efek pencahayaan (lighting) pada triangles dengan mengambil data titik- titik sudut (vertices) setelah ditransformasikan dan menerapkan kalkulasi lighting untuk tiap- tiap lighting yang sudah ditentukan sebelumnya pada bidang.
Terakhir triangle diproyeksikan pada layar agar dapat dirasterisasikan (raster : menampilkan objek 3d pada bidang 2d). Selama proses ini triangles akan diberikan shading dan tekstur. Prosesor- prosesor grafis semacam seri Radeon dan geforce mampu melakukan operasi- operasi di atas dalam jumlah yang luar biasa besar. CPU sendiri masih dibebani dengan berbagai macam tugas-tugas seperti transformasi dan pencahayaan vertice, shading dan texturing melalui pengolahan proses gradien triangle dan lain sebagainya. Memasukkan pengolahan triangle ke dalam logika chip kartu grafis pada akhirnya dimungkinkan dan bahkan proses transformasi dan ligting (TnL) pun dimungkinkan untuk dilakukan secara hardware sehingga mampu mengurangi beban CPU secara signifikan. Yang masih menjadi kendala bagi game programmer pada masa itu adalah tidak adanya kontrol langsung terhadap transformasi, lighting dan rendering pixel karena semua kalkulasi model yang ada merupakan fungsi tetap yang telah ditentukan dalam chip kartu grafis.
Pada tahun 2000 direct X8 resmi dirilis dengan membawa fitur vertex dan pixel shader yang memungkinkan game programmer dan software untuk melakukan pemrograman transformation dan lighting sendiri beserta dengan fungsi pewarnaan pixel yang mampu memberikan dimensi dan pengalaman gaming yang baru sehingga game menjadi makin realistis. Shader sebenarnya tidak lebih dari sebuah kode pemrograman kecil yang dieksekusi dalam kartu grafis untuk mengontrol pemrosesan vertex, pixel dan geometri. Jadi shader prosesor dapat dikatakan sebagai sebuah prosesor yang khusus menangani nilai- nilai floating point (type data untuk memuat nilai yang sangat besar, misalnya 3 x 108 , 108 adalah type data floating point) dalam sebuah GPU. Direct X 9 yang masih banyak digunakan hingga saat ini diperkenalkan pada tahun 2002. Keunggulan DX 9 diantaranya adalah program shader yang lebih panjang dari DX8 dengan pixel dan vertex shader 2.0. Meski demikian masih terdapat sedikit batasan dimana prosesor kartu grafis pada masa ini masih dibagi menjadi 2 unit pipeline terpisah untuk vertex processing dan pixel shading. Dengan diperkenalkannya DX10, tidak ada lagi batas pipeline untuk vertex processing dan pixel shading. Arsitektur baru ini dikenal sebagai unified shader architecture, yaitu shader prosesor yang mampu menangani beragam operasi shader. Pembuat GPU sering pula menyebut shader dengan stream prosesor. Sama saja namun dengan sedikit perbedaan konteks.
GPU adalah stream prosesor, yaitu prosesor yang mampu beroperasi secara paralel untuk menangani banyak fragmen dan vertice sekaligus. Stream sendiri adalah sekumpulan record yang membutuhkan proses komputasi serupa. terhadap transformasi, lighting dan rendering pixel karena semua kalkulasi model yang ada merupakan fungsi tetap yang telah ditentukan dalam chip kartu grafis.Pada tahun 2000 direct X8 resmi dirilis dengan membawa fitur vertex dan pixel shader yang memungkinkan game programmer dan software untuk melakukan pemrograman transformation dan lighting sendiri beserta dengan fungsi pewarnaan pixel yang mampu memberikan dimensi dan pengalaman gaming yang baru sehingga game menjadi makin realistis.
Shader sebenarnya tidak lebih dari sebuah kode pemrograman kecil yang dieksekusi dalam kartu grafis untuk mengontrol pemrosesan vertex, pixel dan geometri. Jadi shader prosesor dapat dikatakan sebagai sebuah prosesor yang khusus menangani nilai- nilai floating point (type data untuk memuat nilai yang sangat besar, misalnya 3 x 108 , 108 adalah type data floating point) dalam sebuah GPU.
Direct X 9 yang masih banyak digunakan hingga saat ini diperkenalkan pada tahun 2002. Keunggulan DX 9 diantaranya adalah program shader yang lebih panjang dari DX8 dengan pixel dan vertex shader 2.0. Meski demikian masih terdapat sedikit batasan dimana prosesor kartu grafis pada masa ini masih dibagi menjadi 2 unit pipeline terpisah untuk vertex processing dan pixel shading. Dengan diperkenalkannya DX10, tidak ada lagi batas pipeline untuk vertex processing dan pixel shading. Arsitektur baru ini dikenal sebagai unified shader architecture, yaitu shader prosesor yang mampu menangani beragam operasi shader. Pembuat GPU sering pula menyebut shader dengan stream prosesor. Sama saja namun dengan sedikit perbedaan konteks. GPU adalah stream prosesor, yaitu prosesor yang mampu beroperasi secara paralel untuk menangani banyak fragmen dan vertice sekaligus. Stream sendiri adalah sekumpulan record yang membutuhkan proses komputasi serupa.
Spesifikasi RV770
Mengingat Cypress adalah evolusi langsung dari desain RV770, sangatlah penting untuk memahami bagaimana RV 770 dibangun . Otak dari RV770 adalah 800 buah ALU (arithmetic logic unit/ bagian inti prosesor yang menangani operasi aritmatika seperti penambahan , pengurangan dan perkalian) tunggal yang disebut juga Stream Processing Unit (SPU) atau shader processor. 800 SPU ini dibagi dalam grup yang masing- masing terdiri dari 5 SPU, grup ini dinamakan Streaming Processor (SP). Secara lengkap sebuah SP terdiri dari sebuah file register (register adalah memori hirarki teratas tempat menyimpan data yang akan dan telah diolah oleh inti prosesor secara langsung), sebuah branch predictor, dan 5 SPU seperti yang telah disebutkan sebelumnya. SPU kelima dalam SP adalah sebuah unit kompleks yang mampu mengolah fungsifungsi transedental (fungsi yang sangat sukar pemecahannya, seperti fungsi transformasi fourier) bersamaan dengan fungsi dasar ALU. SP sendiri merupakan unit terkecil yang mampu mengerjakan pekerjaan individual; tiap SPU di dalam SP haruslah mengeksekusi instruksi yang sama.
Kombinasi 16 SP bersama dengan texture units, L1 cache, shared memory dan controlling logic disebut dengan SIMD (Single Instruction Multiple Device) oleh AMD, RV 770 sendiri memiliki 10 SIMD. Inti dari kekuatan komputasi RV770 terdiri dari 10 SIMD yang bekerja bersama dengan berbagai macam unit khusus seperti ROPs(Raster Operations), rasterizers, L2 cache dan tesselator yang akan membentuk arsitektur RV770 secara lengkap seperti terlihat pada gambar di bawah:
Untuk mendayagunakan seluruh kekuatan komputasi hardware RV770, thread instruksi akan dikirimkan ke SP. Thread ini dikelompokkan dalam wavefronts dimana masing- masing wavefronts terdiri dari 64 thread. Demi memaksimalkan pendayagunaan GPU, threads perlu diorganisir sehingga instruksi dapat tersebar merata dalam 5 SPU yang terdapat dalam sebuah SP di setiap siklus clock-nya. Untuk itu diperlukan penarikan Instruction Level Paralellism (ILP, Paralelisme pada tingkat instruksi, maksudnya adalah bukan thread yang mengalami paralelisme seperti paralelisme pada cpu tapi instruksi, dimana instruksi adalah bagian dari thread) keluar dari program yang dilewatkan menuju GPU dan menjadi salah satu tugas yang teramat sulit bagi compiler milik AMD. Performa chip secara keseluruhan bisa saja menurun jika sampai ada SPU yang menganggur. Secara teori, desain ini akan memberikan AMD kekuatan komputasi yang luar biasa besar namun pada prakteknya tetap menjadi sebuah tantangan terdiri untuk sepenuhnya mengeksploitasi seluruh kemampuan yang dimiliki chip RV770. Perbedaan penanganan threads pada RV 770 dan GT200 dapat dilihat pada grafis di bawah ini .
Gambaran penanganan threads pada RV 770 inilah yang disebut dengan ILP Secara ringkas fiitur yng dimiliki cypress antara lain:

Arsitektur Cypress dan Kelebihannya
Secara ringkas fiitur yng dimiliki cypress antara lain
• 1GB GDDR5 memory
• ATI Eyefinity technology dengan dukungan hingga enam displays
• ATI Stream technology
• Designed for DirectCompute 5.0 and OpenCL
• Accelerated Video Transcoding (AVT)
• Compliant with DirectX 11 and earlier revisions
• Supports OpenGL 3.1
• ATI CrossFireX™ multi-GPU support for highly scalable performance
• ATI Avivo™ HD video and display technology
• Dynamic power management with ATI PowerPlay technology
• DL-DVI, DL-DVI, DisplayPort, HDMI
• PCI Express® 2.0 support

Untuk meningkatkan performa dan memenuhi kebutuhan beragam API (Application programming Interface/ aplikasi yang menjadi jembatan sofware program dengan hardware) AMD telah menambahkan beberapa instruksi hardware baru dan meningkatkan kecepatan eksekusi instruksi lain di dalam SPU Cypress. Perubahan lain diantaranaya adalah pengurangan siklus penanganan perkalian vektor (dot product) menjadi hanya 1 siklus dari sebelumnya yang banyak siklus. Operasi perhitungan jumlah bit, penyisipan bit serta pengurangan bit yang dibutuhkan DX11 juga telah ditambahkan. Penambahan instruksi yang paling menarik perhatian adalah sebuah instruksi untuk Sum of Absolute Differences (SAD, penjumlahan selisih mutlak). SAD merupakan instruksi penting yang dibutuhkan dalam video encoding dan computer vision untuk dipakai dalam estimasi gerak. Belum adanya instruksi ini secara langsung pada RV770 membuat SAD harus diemulasikan dalam tidak kurang dari 12 instruksi. Dengan tambahan instruksi SAD ini waktu untuk menghitung SAD telah berkurang hingga menjadi 1 siklus clock saja, dan dengan ini AMD percaya bahwa kecepatan video encoding akan meningkat hingga 2 kali lipat.
Sayangnya SAD bukanlah sebuah instruksi yang menjadi bagian dari DX11 atau OpenCL (hanya ekstensi pada OpenCL), artinya program DX tidak akan bisa menggunakan fungsi ini. Akan tetapi compiler AMD masih bisa menggunakan instruksi ini,yang diperlukan hanyalah menunjukkan tempat dimana instruksi ini harus digunakan. Dengan mengenali versi panjang SAD(yang membutuhkan 12 instruksi) di dalam kode program, compiler AMD bisa menggantinya dengan instruksi SAD yang ada dalam hardware (yang hanya membutuhkan 1 siklus clock) sehingga dapat dieksekusi lebih cepat dalam program yang sebenarnya tidak bisa menggunakan SAD secara langsung.
Singkatnya sebuah SP dari Cypress dapat melakukan hal berikut dalam satu siklus clock:
1. 4 operasi FP MAD (Floating Point Mean of Absolut Difference, Rataan Selisih Mutlak Floating Point) sepanjang 32 bit
2. 2 operasi FP MUL atau ADD (perkalian atau penjumlahan floating point) sepanjang 64 bit
3. 1 operasi FP MAD sepanjang 64 bit
4. 4 operasi Int MUL atau ADD (perkalian atau penjumlahan integer) sepanjang 24bit,
5. Khusus Untuk SFU (Special function unit, SPU kelima yang memiliki fungsi transendental) mampu untuk menangani 1
operasi FP MAD sepanjang 32 bit.

Peningkatan pada SP secara ringkas dapat pula dilihat pada grafik di bawah ini.

Peningkatan lain SIMD Cypress terletak pada kecepatan L1 texture cache yang mampu menarik data texture dengan kecepatan 1 TB/ detik. Ukuran L1 texture cache sendiri masih tetap 16 KB, namun L1 cache terpisah sebesar 8 KB telah ditambahkan dalam SIMD untuk tugas-tugas komputasi selain data tekstur. Peningkatan terjadi pula pada ukuran data share lokal yang disematkan pada tiap SIMD sebesar 32 KB(dua kali lipat RV770) yang secara langsung akan meningkatkan performa komputasi SIMD itu sendiri. Texture unit pada SIMD cypress juga telah digarap ulang oleh AMD. Perubahan pertama adalah kemampuan untuk membaca compressed AA color buffer untuk mengoptimalkan penggunaan bandwidth yang ada. Perubahan kedua adalah peningkatan kecepatan interpolasi texture unit tanpa melakukan proses interpolasi. Proses interpolasi dipindahkan ke SP (bagian dari Pull Model baru DX11) yang mampu menangani proses ini lebih cepat dibanding texture unit itu sendiri. Akibatnya fillrate dari texture unit milik Cypress jauh lebih efektif daripada milik RV770 hingga mencapai 68 triliun bilinear filtered texture tiap detik (menurut AMD sendiri).
Selanjutnya yang paling berperan besar dalam peningkatan performa Cypress secara keseluruhan atas RV770 adalah pelipatgandaan jumlah SIMD dari 10 unit pada RV 770 menjadi 20 unit pada cypress. Ini berarti juga jumlah SP dan texture unit yang meningkat hingga 2 kali lipat, memang konsepnya sederhana namun karena SIMD mengandung komponen yang paling penting maka hasil yang didapat cukup efektif untuk meningkatkan performa.

Arsitektur Cypress
Jumlah SIMD yang meningkat 2 kali lipat mutlak membutuhkan penampung data yang lebih besar. Untuk itu 4 unit L2
caches digandakan kpasitasnya dari 64 KB menjadi 128 KB dengan kecepatan transfer data ke L1 cache hingga 435
GB/detik, naik dari 384 GB/detik pada RV770. Global data share juga telah ditambahkan 4 kali lipat menjadi sebesar 64 KB.

Jumlah ROPs juga telah dilipatgandakan untuk memenuhi kebutuhan pemrosesan data dari semua SIMD dari 16 menjadi
32 ROPs. ROPs sendiri juga telah sedikit ditingkatkan kemampuannya. Antara lain kemampuan untuk melakukan fast
color clear dimana terdapat beberapa game yang melakukan hal ini ratusan kali dalam satu waktu diantara tiap framenya. Fast color clear juga berperan penting dalam menangani beberapa aspek yang diperkenalkan ulang oleh AMD dalam mode Super sampling Anti-Aliasing. Penambahan terakhir adalah tesselator yang diupgrade dari RV770 agar memenuhi standar DX11 dimana kini telah dilengkapi dengan Hull Shader dan Domain shader bersama dengan algoritma baru untuk mengurangi artifak dari tesselation . Ditambahkan pula rasterizer kedua untuk memenuhi kebutuhan 20 SIMD yang ada. Sedikit tentang teknologi GDDR5. AMD masih memakai teknologi memory GDDR5 dengan 256-bit bus width untuk cypress namun dengan disertai berbagai peningkatan seperti kemampuan untuk memory error detection dan kompensasi temperatur yang akan mengijinkan kartu grafis ini untuk mencapai kecepatan memori lebih tinggi. Masalah yang ada saat menggunakan perangkat memory dengan kecepatan tinggi seperti GDDR5 adalah perlunya bus yang cepat sekaligus lebar, dua variabel yang biasanya berlawanan pada saat mendesain bus memory. Chip memory tunggal GDDR5 harus dihubungkan dengan sebuah bus dengan lebar 32 bit dan berjalan pada kecepatan 1,2 GHz dengan toleransi kesalahan sekecil mungkin. Bagi 5870 yang meilliki total 256 bit bus width akan ditemui lebih banyak gangguan dan ruang gerak yang lebih sempit demi menggabungkan 8 bus 32 bit yang diperlukan oleh kartu grafis ini. Bus memory menjadi salah satu titik lemah bagi kartu grafis yang menggunakan GDDR5 Karena kesulitan yang timbul untuk membangun bus smacam itu. Memory controller GPU dan chip memory nya sendiri bisa saja untuk dipacu lebih cepat dan lebih gegas namun tidak dengan bus-nya. Alhasil, untuk mengakali hal ini, memory controller GDDR5. diberikan kemampuan untuk melakukan deteksi kesalahan mendasar (basic error detection) pada saat proses read dan write berlangsung dengan mengimplementasikan fungsi hash CRC-8. Dengann dinyalakannya fitur ini, untuk tiap 64 bit kandungan data terdapat sebuah hash cyclic redundancy check 8-bit(CRC-8) yang dikirimkan melalui 4 pin EDC (Error Detection & Correction) tersendiri. CRC kemudian digunakan untuk memeriksa kandungan data dan menentukan apakah terdapat error di dalamnya selama transmisi. Fungsi CRC yang dipakai secara khusus mampu mendeteksi error 1-bit dan 2-bit dengan akurasi 100%, akurasi akan terus berkurang seiring dengan tambahan jumlah bit yang dideteksi. Saat error ditemukan kontroler GDDR5 akan terus menerus meminta pengulangan trnsmisi terhadap kandungan data yang error hingga tidak lagi ada kesalahan. Permintaan untuk transmisi ulang sekaligus akan mengajari sambungan GDDR5 untuk membenahi potensi masalah yang mungkin muncul karena perubahan kondisi. Hal ini tidak berkaitan perubahan clock speed GDDR5 (speed tidak diturunkan), hanya saja sambungan yang ada perlu dinisialisasi ulang. Apabila error yang terjadi ternyata adalah palsu dan bus tidak mampu menangani clock speed yang diminta dengan sempurna, error akan terus berlangsung dan dicatat oleh kontroler GDDR5 . Harus diingat juga bahwa skema deteksi error ini tidak berarti bisa memperbaiki error yang terjadi secara pada controller memory. AMD sendiri mengatakan tidak akan mungkin mengirim barang yang sudah rusak untuk dijual, sehingga bisa dikatakan bahwa kemampuan error detection yang ada pada GDDR5 5 ini hanya sekedar mekanisme untuk berjaga- jaga dan bukan alat untuk mendukung dilakukannya overclocking pada memory. Qimonda sebagai supplier memori sendiri dalam salah satu dokumennya menekankan bahwa mekanisme error detection sangat penting untuk diperhatikan karena bertambahnya jumlah kode yang tersimpan dalam memori grafis GDDR 5 dapat menyebabkan terjadinya crash (bukan hanya bad pixel) apabila sampai terjadi kegagalan.
Eyefinity
Fitur baru yang dsematkan AMD dalam Cypress adalah Eyefinity, yaitu dukungan terhadap gaming untuk banyak monitor sekaligus dengan resolusi ekstra tinggi. Dengan eyefinity tidak akan lagi ada masalah untuk menghubungkan 3 buah monitor 30” dengan resolusi 2560 x 1600 atau 6 buah monitor resolusi 1920 x 1080 sekaligus. Cypress mampu untuk menggabungkan banyak monitor menjadi satu display dengan resolusi sejumlah total resolusi native masingmasing monitor dengan batasan totalnya tidak lebih dari 7680 X 3200 pixel. Ini berarti ultra High Definition gaming bisa kita nikmati sekarang juga tanpa perlu menunggu adanya monitor dengan native resolution tinggi dirilis (mengingat resolusi monitor tertinggi yang diluncurkan hingga saat ini hanya sebesar 3840 x 2400 pixel/resolusi WQUXGA dengan harga ribuan dolar per unit). Kartu grafis untuk dukungan 6 monitor dengan 6 display port sendiri akan diluncurkan terpisah oleh AMD. HD5870 yang ada di pasaran saat ini hanya mampu untuk mendukung 3 hingga 4 monitor sekaligus. Sejarah eyefinity sendiri dimulai pada tahun 2006- 2007 dimana pada saat itu ATI tengah mengerjakan spesifikasi keseluruhan dari GPU RV870 saat ini. GPU ini didesain dengan menggabungkan pandangan dari teknisi ATI bersama dengan keinginan dari
pengembang, konsumen dan OEM. Eyefinity merupakan permintaan OEM. ATI yang tengah mengerjakan arsitektur versi mobile RV870 menyadari akan adanya sejumlah output displayport (DP) atas permintaan OEM. OEM menginginkan adanya 6 output DP daqri GPU, namun hanya dua yang dapat aktif secara bersamaan. ATI menimbang- nimbang untuk mengaktifkan ke enam DP sekaligus dan berhasil, sehingga RV870 mampu menangani hingga enam display sekaligus pada waktu bersamaan. Namun, tidak hanya hardware saja yang ditangani secara serius oleh ATI. Software pendukungnya pun telah mampu menangani resolusi besar pada hampir semua game yang pernah diujicobakan seperti RE5 dan World of warcraft. Secara hardware radeon HD 5870 sendiri cukup mampu untuk merender banyak games pada resolusi tinggi dengan setting full detail pada frame rate yang masih playable (>40 FPS).

Angle Independent Anisotropic Filtering
Kualitas anisotropic filtering (AF)meningkat perlahan beberapa tahun belakangan ini. Pada saat pertama kali diterapkan oleh AMD dan NVIDIA, AF masih bersudut (angle-dependent)sehingga tidak banyak peningkatan kualitas yang bisa diharapkan dari AF semacam ini. AF yang masih angle-dependent ini menyebabkan gambar masih terkesan silau dan timbul artifact. Pada generasi kartu grafis sebelumnya (DX10) kualitas AF semakin membaik , dimana teknologi mode AF yang dimiliki NVIDIA semakin mendekati bentuk bidang tak bersudut (angle-independent) sedangkan teknologi milik AMD hanya sedikit lebih buruk. Keduanya Tidak ada yang sempurna namun tidak ada pula yang bisa dikatakan sangat buruk. Meskipun belum ada yang berhasil menerapkan Angle-Independent AF, masih terdapat banyak ruang untuk meningkatkan kualitas AF. Dan AMDlah yang pertama berhasil untuk meraihnya dengan penerapan algoritma AF yang baru sehingga AF pada seri HD 5000 telah sepenuhnya angle- independent tanpa perlu trik khusus. Dengan ini berarti peperangan kualitas angle-independent AF resmi berakhir dengan kemenangan di tangan AMD meskipun NVIDIA kelak mampu menyusul, namun hasilnya kemungkinan akan seimbang. Hal ini karena tidak dimungkinkan lagi ada yang lebih baik dari angle independent AF. Yang patut diingat menurut pernyataan AMD tidak akan ada performance hit dengan dipakainya algoritma baru kali ini dibandingkan dengan yang lama. Meskipun sulit dibuktikan karena tidak adanya test yang bisa dipakai untuk memakai algoritma lama pada seri kartu grafis yang baru ini, atau meskipun ada namun tidak signifikan. Sehingga mau tidak mau kita percaya dengan pernyataan AMD tersebut. Bagaimanapun juga AMD layak diberikan penghargaan karena telah memungkinkan adanya angle-independent AF yang sebenar- benarnya.
Penutup
Ditilik dari fitur-fiturnya Cypress adalah produk kartu grafis DX11 ready yang pertama , dari sini saja keunggulan cypress langsung tampak. Belum lagi dengan eyefinity yang bisa menjadi nilai plus apabila kita cukup kaya untuk membeli 2 atau 5 buah monitor tambahan demi memainkan game dengan resolusi sangat tinggi, tinggal kita tunggu saja apakah fitur ini mampu bersaing dengan 3d vision NVIDIA untuk sementara ini sebelum AMD mengeluarkan solusi 3d nya sendiri. Dari segi kualitas gambar dengan hadirnya angle-independent AF tentu saja AMD sedikit berada di atas NVIDIA, ditambah lagi beberapa ftur yang tidak saya jelaskan satu persatu seperti kembalinya super sampling Anti aliasing (menggantikan MSAA tapi hanya untuk game DX9 dan openGL) ,tesselation (dari DX11), DirectCompute(dari DX 11) serta fitur DX11 lainnya meskipun agak lama baru bisa kita lihat implementasinya secara nyata pada aplikasi game kelak .
Untuk performa saya tidak bisa memberikan penilaian lebih banyak karena ini menjadi tugas reviewer kita besama. InsyaAllah dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan pengujian atau test terhadap beberapa grafik card dari ATI dan nVidia.
Namun mungkin pula HD5870 akan menjadi GTX8800 yang baru, yang masih mampu bertahan selama hampir 3 tahun dalam hal performa seperti yang terjadi pada GTX8800 hingga saat ini. Keunggulan utama HD5000 masih seperti pendahulunya yaitu segi perbandingan price performancenya yang seimbang. Tidak overpriced dan kemungkinan kembali memaksa NVIDIA untuk menyesuaikan ulang pemberian harga produknya, terutama untuk HD5850 yang memiliki performa setara GTX285 namun lebih murah ($259 dibandingkan >$300). Kita hanya bisa menunggu seperti apakah serangan balasan dari Nvidia, apakah bisa lebih baik atau tidak.
Tapi hingga saat itu tiba Radeon HD5000 series akan tetap menjadi raja yang memuncaki tahta.Sedangkan nVidia akan menyerang dengan pasukannya yang baru yakni Fermi yang tidak lama lagi akan datang. Kita tunggu saja kehadirannya.